Titik Permulaan


Berawal dari dasar untuk menuju puncak

Peran Lactobacillus casei terhadap Kesehatan Pencernaan Manusia

 

Holmes menyatakan bahwa, Bakteri atau bakterion dalam bahasa Yunani merupakan suatu organisme yang pertama kali ditemukan oleh Anthony van leeuwenhook pada tahun 1684. Bakteri adalah organisme uniseluler yang tidak memiliki selubung inti (prokariotik), serta pada umunya tidak mengandung klorofil. Organisme tersebut memiliki ratusan ribu spesies yang tersebar luas di gurun pasir, salju atau es hingga lautan. Bakteri tersusun dari inti atau nukleus, sitoplasma, membran sitoplasma, dinding sel, kapsul, flagel, pili atau fimbriae dan endospora. 

Di era globalisasi ini, bakteri sudah menjadi konsumsi sehari hari masyarakat. Pemanfaatan bakteri tersebut sering dikenal dengan istilah pangan fungsional. Bakteri yang digunakan dalam pembuatan pangan fungsional adalah bakteri prebiotik dan bakteri probiotik. Sehingga, pada tahun 2003,  Ilsaka (dikutip dalam Antarini 2011) menyatakan bahwa pangan fungsional adalah aplikasi penambahan probiotik dan prebiotik dalam produk pangan. 

Prebiotik adalah bahan makanan yang tidak dapat dicerna dan diserap pada saluran pencernaan bagian atas. Prebiotik memberikan pengaruh menguntungkan bagi kesehatan karena dapat menstimulasi pertumbuhan dan aktivasi bakteri menguntungkan di kolon sehingga dapat menguntungkan kesehatan tubuh. (Zainuddin, Wasito, & Puspaningsih 2008) 

Menurut FAO, Food and Agriculture Organization, (dikutip dalam Widiyaningsih 2011), bakteri probiotik adalah suatu mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan inang. Prinsip kerja probiotik yaitu dengan memanfaatkan kemampuan organisme tersebut dalam menguraikan rantai panjang karbohidrat, protein, dan lemak. Probiotik juga merupakan mikroorganisme hidup baik dalam bentuk tunggal atau campuran yang ditambahkan dalam bahan pangan dengan tujuan untuk memberikan efek menguntungkan bagi kesehatan sistem pencernaan. 

Bakteri probiotik mempengaruhi sistem imun host melalui efeknya pada barrier mukosa dan maturasi sistem imun. Selain itu, bakteri tersebut memiliki kemampuan untuk meningkatkan imunitas mukosa intestinal, yakni peningkatan jumlah sel penghasil terutama IgA dan sel penghasil imunoglobin yang lain (Widuri & Lilis 2009).  

Bakteri Probiotik yang sering beredar di pasaran pada saat ini menggunakan bakteri dari spesies Lactobacillus dan Bifidobacterium. Spesies Lactobacillus yang biasa digunakan meliputi Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus casei, Lactobacillus johnsonii, Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus gaseri, Lactobacillus reuteri. Sedangkan spesies dari Bifidobacterum yaitu Bifidobacterum bifidum, Bifidobacterum longum, Bifidobacterum breve, dan Bifidobactrium infantis (Widiyaningsih 2011). Salah satu yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan pencernaan manusia adalah bakteri Lactobacillus casei. Bakteri tersebut biasanya digunakan dalam pembuatan susu fermentasi.

Lactobacillus casei strain Shirota berasal dari genus Lactobacillus. Bakteri tersebut memiliki kemampuan bertahan dari kondisi asam lambung maupun rendahnya tegangan permukaan cairan empedu sehingga mampu hidup sampai usus besar. Selain itu, bakteri tersebut meningkatkan aktivitas bakteri normal dan bakteri berguna lainnya, menyerap bahan bahan berbahaya, menghambat dan membunuh bakteri pathogen serta memiliki efek anti tumor yang lebih kuat dibandingkan bakteri lainnya serta dapat mengurai laktosa (Legowo &Mahananni 2008).

Widiyaningsih (2011) dalam penelitiannya menyatakan bahwa, Probiotik dari jenis Lactobacillus casei dapat meningkatkan produksi makrofag dan mengaktifkan fagositosis baik penelitian pada manusia maupun pada tikus. Proses fagositosis merupakan respon awal dari system pertahanan tubuh membentuk antibody yang akan menyingkirkan agen-agen toksik yang masuk ke dalam tubuh. Penelitian lain menunjukkan bahwa probiotik ternyata mempengaruhi perubahan system imun di saluran cerna dan sistemik. Lactobacillus dan Bifidobacterium yang merupakan koloni terbesar di saluran cerna mampu memodifikasi reaksi yang berhubungan dengan alergi dan inflamasi. Lactobacillus casei dapat menginduksi pembentukan IL-12 dan TGF.

Daftar Pustaka 
Holmes, O. Monera dan Kehidupannya. Diakses pada tanggal 30 Desember 2013, <http://www.academia.edu/4579332/Monera_Dan_Kehidupannya#>
Widiyaningsih, E Nur. 2011. Peran probiotik untuk kesehatan. Jurnal Kesehatan, ISSN 1979-7621, vol. 4, no. 1, hh. 14-20. Diakses pada tanggal 30 Desember 2013, <http://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/123456789/2931/2.%20ENDANG%20NUR%20W.pdf?sequence=1>  
Legowo, S. Mulyani, A M dan Mahananni, A.A. 2008. Viabilitas Bakteri Asam Laktat, Keasaman dan Waktu Pelelehan Es Krim Probiotik Menggunakan Starter Lactobacillus casei dan Bifidobacerium bifidum. J Indo Trop Anim Agric, vol. 33, no. 2, hh. 120-125. Diakses pada tanggal 30 Desember 2013, <http://www.jppt.undip.ac.id/pdf/33(2)2008p120-125.pdf> 
Zainuddin, A, Wasito, E dan Puspaningsih, Ni Nyoman T. 2008. Pengujian ini vitro xilooligosakarida sebagai kandidat prebiotik. Berk. Penel. Hayati, no. 14, hh. 101-111. Diakses pada tanggal 30 Desember 2013, <https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCwQFjAA&url=http%3A%2F%2Fberkalahayati.org%2Findex.php%2Fbph%2Farticle%2Fdownload%2F418%2F328&ei=m3rBUtvcDcSLrQffnYH4AQ&usg=AFQjCNGAJ8htmYbiXcaBipTe8XsQYrSIzA>
Antarini, A G N. 2011. Sinbiotik antara prebiotik dan probiotik. Jurnal Ilmu Gizi, vol. 2, no. 2, hh. 148-155. diakses pada tanggal 30 Desember 2013, <http://poltekkes-denpasar.ac.id/files/JIG/V2N2/Nanak%20Antarini.pdf> 
Widuri, A dan Suryani, L. 2009. Pengaruh Suplementasi Probiotik Lactobacillus casei L shirota strain terhadap kadar IgE penderita rinitis alergi. Diakses pada tanggal 30 Desember 2013, <http://www.perhati.org/wp-content/uploads/2011/11/Final-Endang-Nadya-Pengaruh-suplementasi-probiotik.pdf>

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :